PERSYARATAN PENDIRIAN TK DI KOTA BEKASI

  1. Surat permohonan izin dari yayasan

( di tujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi )

  1. Photo Copy Akta Notaris Yayasan ( AD/ART )
  2. Photo copy Akta Tanah dan Status tanah / sewa
  3. Surat pernyataan tidak keberatan dari warga sekitar
  4. Rekomendasi pendirian dari Lurah setempat
  5. Rekomendasi pendirian dari Camat setempat
  6. Study kelayakan dari UPTD pemb. TK / SD
  7. Rekomendasi izin operasional dari UPTD pemb. TK / SD
  8. Identitas alamat sekolah
  9. Susunan pengurus yayasan
  10. Surat keputusan pendirian TK dari yayasan
  11. Surat pertimbangan / alas an pendirian TK
  12. Program kerja jangka pendek / jangka Panjang
  13. Surat keterangan menggunakan Kurikulum TK yang berlaku
  14. Daftar fasilitas / sarana prasarana
  15. Daftar Kepala Sekolah dan Guru
  16. SK pengangkatan Kepala Sekolah dan Guru
  17. Photo Copy ijazah / STTB Kepala Sekolah Dan Guru
  18. Daftar nama siswa
  19. Denah bangunan TK dan peta lokasi
  20. Photo bangunan tampak depan dan situasi belajar

MENGAJAK ANAK GEMBIRA BERPUASA

“Pada tanggal 10 Muharram, Rasulullah menyuruh orang-orang Anshar berpuasa. Mereka bercerita,”Maka kami sesudah itu berpuasa pada hari Asyura dan kamipun menyuruh anak-anak kecil kami untuk berpuasa, lalu kami pergi ke masjid dengan membuat mainan dari kapas untuk mereka. Jika salah seorang dari anak-anak itu ada yang menangis minta makan, kami beri dia mainan itu, hingga datang waktu berbuka.” (HR.Muslim)

Mengajak anak-anak berpuasa bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Perlu perhatian exstra, upaya yang kuat, kesabaran luar biasa dan ketelatenan orangtua. Yang harus kita ingat, tujuan utama kita melatih anak sejak usia dini berpuasa adalah untuk menumbuhkan kecintaan anak kepada ibadah puasa. Oleh karena itu dalam melaksanakan latihan puasa, kegembiraan mereka berpuasa harus lebih diutamakan. Dengan kegembiraan yang kita ciptakan pada saat mereka berpuasa, maka akan tumbuh rasa suka dan cinta untuk berpuasa.

Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah menanamkan motivasi atau niat yang kuat pada diri anak untuk melaksanakan ibadah puasa. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan gambaran bahwa orang yang berpuasa mempunyai tempat yang sangat istimewa di sisi Allah SWT.

“Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan iman dan mengharapkan pahala dari Allah, ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Imam Bukhari)

“Di surga ada pintu yang disebut Ar-Rayyan. Di hari kiamat kelak, ornag-orang yang berpuasa akan masuk lewat pintu itu dan tidak ada seorangpun yang melewatinya selain mereka. Ia dipanggil, ”Dimana ahli puasa?” Merekapun berdiri seraya memasukinya, dan tidak seorangpun masuk (lewat pintu itu) selain mereka. Jika semua telah masuk, lalu pintu itu ditutup dan tidak ada seorangpun yang melewatinya.” (HR. Imam Bukhari)

Selanjutnya ciptakan hal-hal yang dapat mendukung puasa menjadi lebih menarik dan menyenangkan.

Makan Sahur

Bangun pukul tiga dini hari, bagi anak-anak tentu sulit. Orangtua perlu sabar untuk membangunkan tanpa diwarnai emosi, kejengkelan maupun kemarahan, sekalipun harus 3 – 4 kali malakukannya. Cobalah buat suasana rumah menjadi cerah dan gembira pada saat akan sahur, misalnya dengan alunan ayat suci Al-Quran, nasyid maupun lagu anak-anak. Atau menyetel acara TV atau VCD yang menarik. Usahakan ayah dan ibu yang bertugas membangunkan anak dalam keadaan yang sudah segar dan siap dengan kesabaran sehingga ketika anak dibangunkan ada kesegaran yang mewarnai suasana sahur.

Atau dapat juga membangunkan anak dengan memberikan iming-iming makanan kesukaannya, yang memang sudah dipersiapkan untuk dimakan pada saat sahur, misalnya coklat, ice cream, nugget, burger, cereal dsb. “Abang, sekarang sudah jam tiga, bangun yuk. Kan abang mau makan coklat jam tiga pagi. Itu sudah umi siapkan di atas meja makan.”

Anak mungkin belum lapar pada saat itu, maka ibu atau ayah perlu kreatif untuk membujuk mengajak mereka makan di halaman rumah, mengiringi anak makan dengan membacakan cerita atau menyetelkan acara TV/VCD kesukaan mereka seperti pengetahuan binatang, kartun yang mendidik dsb.

Untuk menu makanan pilihlah yang praktis namun sudah cukup kalori. Pilihlah yang disukai anak-anak, tidak memerlukan waktu yang lama untuk memakannya, namun memenuhi kebutuhan kesehatan dan kekuatan tubuh. Seperti susu, roti dan telur. Berikan buah jika anak tidak suka sayur. Daya tampung perut anak sebaiknya diperhatikan. Jangan menganggap semakin banyak anak makan semakin baik.

Tahapan Berbuka

Bagi mereka yang baru pertama kali berpuasa ijinkan untuk berbuka kapan saja manakala mereka tak kuat bertahan. Namun beri mereka pengertian agar kemampuan berpuasa semakin ditingkatkan ditingkatkan, atau minimal sama dengan yang sudah dilakukan.

Buatlah catatan yang jelas mengenai jadwal berbuka mereka setiap hari. Beri motivasi anak untuk senantiasa membuat grafik yang meningkat atau minimal garis lurus. Jika semula berbuka pukul sepuluh, mungkin besok atau lusa pukul 12 siang hingga akhirnya sampai adzan Asyar. Dari semula berbuka di adzan Asyar bisa bertambah hingga adzan Maghrib.

Setelah berbuka puasa pukul sepuluh katakan bahwa setelah ini ia akan berpuasa babak kedua hingga berbuka kembali pukul tiga sore. Kemudian puasa lagi hingga berbuka saat adzan Maghrib. Motivasi anak untuk terus meningkatkan target berpuasa hingga akhirnya ia berhasil puasa dari subuh hingga adzan maghrib. Jangan lupa untuk mengikut sertakan anak-anak pada saat berbuka di Maghrib, walau meraka telah berbuka sebelumnya, bahkan belum berpuasa sama sekali. Berbuka saat Maghrib adalah peristiwa ruhani yang membahagiakan mereka.

Pengkondisian Lingkungan

Singkirkan jauh-jauh makanan dan minuman apapun dari pandangan anak. Kosongkan meja makan. Beri pengertian adik, teman atau anak tetangga untuk tidak makan di depan anak kita yang berpuasa. Bahkan gambar-gambar yang bisa menerbitkan air liur pun perlu disimpan terlebih dahulu.

Kenali jam-jam lapar anak. Biasanya jam sepuluh, jam dua belas dan jam empat. Usahakan untuk mengisi jam-jam lapar dengan kegiatan yang menyenangkan anak, seperti membacakan cerita hingga ia tertidur, menonton VCD anak yang mendidik, bermain game computer, membuat keterampilan, membuat percobaan sederhana dsb. Jika anak merengek minta makan dan kita melihat kondisi fisiknya masih kuat, alihkan perhatiannya dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan hatinya. Hal ini pernah dilakukan oleh Shahabat Rasulullah.

“Pada tanggal 10 Muharram,Rasulullah menyuruh orang-orang Anshar berpuasa. Mereka bercerita,”Maka kami sesudah itu berpuasa pada hari Asyura dan kampun menyuruh anak-anak kecil kami untuk berpuasa, lalu kami pergi ke masjid dengan membuat mainan dari kapas untuk mereka. Jika salah seorang dari anak-anak itu ada yang menangis minta makan, kami beri dia mainan itu, hingga datang waktu berbuka.” (HR.Muslim)

Apa yang dilakukan kaum wanita Anshar yang kreatif mencarikan kegiatan untuk anaknya sangat bagus untuk dicontoh. Dan yang terpenting disini adalah kerelaan ibu untuk menyempatkan waktu sesudah Asyar, untuk menemani anak-anak bercerita, bermain atau sekedar berjalan-jalan demi melupakan mereka dari rasa lapar.

Amaliah Ramadhan

Untuk membangkitkan semangat berpuasa dan juga memberikan suasana khas keceriaan Ramadhan ajaklah anak untuk memperbanyak amaliah bulan Ramadhan, seperti :

Ü Mempersering membaca atau mendengarkan Al Qur’an , merutinkan shalat wajib tepat waktu, shalat tarawih dimasjid menghadiri majlis pengajian dsb.

Ü Memperbanyak sedekah, memberi bukaan kepada orang yang berpuasa, mengirimkan hidangan berbuka kepada tetangga dsb.

Ü Menghindari perbuatan tercela, berkata bohong, mencela teman, bertengkar atau berkelahi dsb.

Hadiah Harian dan Bulanan

Memberi hadiah atas usaha anak untuk berpuasa pun bisa menambah motivasi. Untuk anak usia di bawah tujuh tahun sebaiknya diberikan hadiah harian. Sementara untuk anak usia tujuh tahun ke atas hadiah dapat diberikan di akhir bulan Ramadhan.

Hadiah harian biasanya berupa barang sederhana, atau bisa juga kita bintang bila ia berpuasa. Janjikan sebuah hadiah jika bintang mereka mencapai sepuluh, dua puluh atau tiga puluh. Katakana bahwa hadiah itu adalah petanda kemenangan bagi usaha mereka melawan hawa nafsu.

Perlu diingat, jangan sekali-kali melanggar apa-apa yang telah kita janjikan pada anak, sebagai imbalan atau kemampuan puasa yang mereka lakukan. Sekali kita tidak menepati janji, selanjutnya sulit untuk memotivasi kembali semangat mereka.

Selamat bergembira berpuasa bersama putra putrid anda.

FORMAT PENILAIAN MICROTEACHING

FORMAT PENILAIAN MICROTEACHING

Nama Pengajar : ……………………………………

Praktik Di Kelas : ……………………………………

Hari/Tanggal : ……………………………………

Penilai : Divisi Akademik/Pimpinan

No.

Aspek Yang Dinilai

Nilai

Keterangan

1.

Perencanaan Kegiatan Pembelajaran

2.

Pemilihan dan penggunaan Media Pembelajaran

3.

Keterampilan Membuka Kelas

4.

Kemampuan Mengajar

5.

Penggunaan Bahasa

6.

Interaksi dengan Siswa

7.

Penguasaan dan Organisasi Kelas

8.

Integrasi Nilai Islami

9.

Mengevaluasi

10.

Keterampilan Menutup Kelas

11.

Penguasaan Materi

Salam kenal dari sahabat ilmu

mari kita berpikir dari sebuah sahabat dan ilmu.ini sangat menarik karena ini merupakan suatu hubungan yang baik .antara mencari ilmu dan bagaimana ilmu dimanfaatkan untuk semua.jadi orang berilmu karena ini jadi amal kita di akhirat nanti..

baiklah ..mari kita mencari ilmu.oke

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.